Wednesday, July 15, 2009

Agar Si Dia Menjadi Pendengar yang Baik

. Wednesday, July 15, 2009

Bicara tentang kendala komunikasi antara pria dan wanita, memang tidak ada habis-habisnya.
Alasannya pun macam-macam, dari yang ilmiah sampai yang sekadar mereka-reka.


Pakar psikologi asal AS, Caroline Landau, PH.D, menyebutkan kalau lahirnya kemacetan
komunikasi dalam sebuah pasangan, baik itu yang masih berpacaran atau pun yang telah
menikah, sekali lagi karena adanya perbedaan visi dalam benak pria dan wanita.

"Umumnya tujuan para pria atau suami berbicara itu adalah untuk sekadar membagi segala
informasi. Sebaliknya, keinginan para wanita atau istri berdiskusi dan berbicara dengan
pasangannya itu cenderung lebih emosional sifatnya. Tidak sekadar ngobrol tapi juga berbagi
rasa," jelas Landau.

Karenanya, guna mengatasi friksi yang muncul tersebut, menurut Landau, tidak ada salahnya
menyusun rencana efektif. Utamanya bagi para wanita yang kerap merasa sulit memulai
berbicara dengan pasangannya atau suaminya.

Berikut ini ada beberapa cara efektif, sebagaimana dikemukakan Landau, yang bisa dilakukan
oleh para wanita atau istri agar pasangan atau suami mereka mau menjadi pendengar yang baik:

- Dekati pasangan Anda di saat perasaan atau mood Anda tengah bagus-bagusnya. Takutnya,
jika Anda mendatangi pasangan di saat marah maka yang ada dalam benak Anda adalah keinginan
untuk menyerangnya. Ujung-ujungnya, sang pasangan bukan tidak mungkin justru terdorong
untuk bersikap defensif.

- Spesifikasikan segala tujuan dan apapun yang Anda inginkan. Misalnya saja Anda katakan
kepada pasangan kalau saat ini Anda hanya ingin dia mendengarkan semua yang Anda katakan.
Jangan lupa untuk mengatakan bahwa bukan tidak mungkin Anda akan meminta nasihat dan
pendapatnya. Biasanya, dengan cara seperti itu para pria akan berupaya untuk mendengarkan.
Ya, siapa juga yang nggak kepingin nasihat atau pendapatnya didengar, bukan?

- Kembangkan terus perasaan Anda guna membantu si dia mengerti apa yang sebenarnya Anda
harapkan. Misalnya saja Anda katakan bahwa; "Kalau kamu mendengar seperti itu aku jadi
senang deh."

- Tanyakan pula perubahan apa saja kiranya yang bisa diperbuat olegnya. Misalnya saja
dalam membahas masalah keuangan, Anda meminta pasangan untuk mendiskusikan fakta yang ada
dulu. Kemudian, barulah Anda dan dia mencari jalan keluarnya. Asyik bukan saling
bahu-membahu.

- Jangan lupa pula untuk selalu mengembangkan sikap positif Anda. Misalnya saja, seusai
pembicaraan, Anda mengucapkan terima kasih kepada si dia yang rela dan mau mendengarkan
segala keluh-kesah Anda dan telah membuat Anda merasa tenang sekaligus lega.


0 comments:

Post a Comment

Isi commentnya yuaa..