Wednesday, July 15, 2009

Bila Dia Memutus Cinta

. Wednesday, July 15, 2009

Air mata nampaknya tidak cukup untuk menutupi rasa sakit itu. Tidak heran bila beberapa
orang merasa ingin mati saja. Lalu timbul pertanyaan yang tak bisa diterima, apa kesalahan
dan kekurangan diri sehingga dia memutus cinta. Memang sakit rasanya ketika putus cinta tiba.
Pernah merasakannya?


Cinta memang bisa membuat orang bahagia, tapi cinta juga telah membuat banyak orang menderita.
Suka atau tidak suka, itulah kehidupan. Bila ada cinta dan suka cita, maka -cepat atau
lambat- ada saatnya putus cinta, sakit hati, dan duka nestapa.

Ini bukan fenomena baru. Dan ini bisa terjadi pada setiap orang, kapan pun, dimana pun.
Profesional, akademisi, artis sampai orang biasa, tidak luput dari serangan cinta dan sakit
hati. Bisa jadi besok atau lusa, mungkin giliran Anda.

Rahasia Tuhan
Ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang. Banyak terobosan baru dan temuan-temuan
mengungkap kekuasaan Tuhan. Tetapi kapan rasa suka akan datang, kapan rasa sakit akan pergi,
dan kapan perasaan tersisih akan hilang, masih menjadi pertanyaan.

David D. Coleman, seorang psikolog yang disebut-sebut sebagai dokter cinta mengatakan,
nampaknya Tuhan tidak akan membagi rahasia ilmu satu ini kepada manusia. Namun tidak perlu
khawatir karena Tuhan telah menganugrahi akal dan perasaan kepada manusia.

"Siapapun akan percaya bahwa matematika, English dan IPA penting untuk dicerna, tapi rasa
cinta, simpati, percaya, dan harapan, sangat penting untuk dibina," kata Coleman.
Pertanyaannya sekarang, bagaimana mewujudkan itu semua? Bagaimana agar terhindar
dari nestapa kendati putus cinta?

Apa pun bentuknya, kata Coleman, sebuah hubungan selalu terjalin dari rasa cinta, kegembiraan, kebahagiaan,
kebencian, duka cita dan sakit hati. Tidak mungkin sebuah hubungan hanya terdiri dari
kebahagiaan atau kesedihan saja. Melainkan berbagai unsur, baik positif maupun negatif.

"Dan pengalaman adalah guru paling bijaksana," lanjutnya. Menjadi orang yang pernah dicintai,
walau kemudian harus dikhianati dan disakiti, jauh lebih baik daripada tidak pernah dicintai
dan tidak pernah merasa dikhianati dan disakiti. Ada pesan dibalik semua itu.

Menerima kenyataan, walau pahit sekalipun, dan kemudian memahaminya, merupakan bekal utama
untuk melangkah ke babak baru kehidupan cinta yang lebih baik. "Mungkin Tuhan menilai dia
bukan pasangan yang baik untuk Anda, atau mungkin Anda harus menjalin hubungan dengan orang
lain yang lebih baik darinya."

Apapun pesan yang akan disampaikan, maka berbahagialah Anda telah menjadi orang yang pernah
merasakan cinta dan dicintai. Anda mungkin memiliki pengalaman yang bisa dijadikan masukan
berarti bagi para pembaca. Bagaimana Anda bisa melalui hari-hari setelah dia memutus cinta?
Apa yang sebaiknya dilakukan?


0 comments:

Post a Comment

Isi commentnya yuaa..